But.. Would the way really be taken by us? It's another story, and not so many people discuss it, well at least so far as I can remember.. No one ever thought so. The quotation only says the good thing. A will means a way, and a way means a good thing ahead. Oh once more, AHEAD. And, Ahead means Not Yet. The decision whether one would take that way is the missing-link that is always, almost forgotten.
If you still have no idea what the hell I am talking (well, writing) about, I'll give an illustration, and it is exactly the REAL one which is happening right now. Yeah, I'm having a super long holiday, 3 months ahead. I have a tons of things to do in my mind (A Will), and there is many WAYs I can do to realize them all. Many ways right in front of my nose. Let's say I want to learn Japanese (A Will), and I can just straight take and read the book on my desk and start learning (A Way), but.. What do I do? Oh, I choose to slack around and procrastinate.. I'm not really sure if I am really procrastinating, I'm more certain that I'm actually just playing around until the last second of my holiday. See, I have the will, and I have the way, but that doesn't really mean a good thing.
I need more than just A Will
I need more than just A Way
What I need is..
Ah,
I don't even know what I need
Friday, May 15, 2009
Sunday, May 10, 2009
Ketika Lecture Notes Tak Berbicara... (Memang Tidak Penah, kok. gege)
Dua semester terlewati sejak saya mengenyam pendidikan di bangku universitas. Banyak orang yang bilang, masa-masa di universitas tak lah seindah masa-masa putih abu-abu terdahulu. Bagi saya kedua masa-masa itu memang berbeda, secara dahulunya saya masih berada di naungan orangtua dan setelahnya saya belajar untuk hidup mandiri, tentu keduanya memberikan makna dan cerita yang berbeda. Masing-masing ada suka dan duka sendiri. Kangen rumah dan tanah air tercinta memang tidak bisa dihindari, namun dibalik itu saya belajar banyak dari kebebasan yang saya miliki dan kemandirian yang dibutuhkan. Jadi, bila saya disuruh memilih antara SMA dan Kuliah, saya akan memilih Kuliah.. Tapi, tidak bisa dipungkiri juga terkadang saya kangen dengan seragam putih abu-abu, teman-teman, dan guru-gurunya. Hanya saja, di bangku kuliah ini, saya merasa saya bisa belajar lebih banyak hal. Ya, banyak hal..
Satu hal yang terlihat jelas adalah masalah Kegiatan Ekstrakulikuler di mana di universitas saya bernaung, saya diwajibkan mengumpulkan poin agar bisa tinggal di asrama kampus untuk setahun ke depannya. Jadi, bagi mahasiswa internasional, ya, mau tidak mau, harus ikut salah satunya. Sebenarnya, bukan hanya karena kewajiban semata, saya dulunya juga mau berencana untuk ikut mencoba aktif dalam beberapa kegiatan dan menjadi pengurus di dalamnya. Apalagi mengingat pengalaman berorganisasi saya di SMA sangatlah minim, dan saya nyaris tidak punya pengalaman sama sekali dalam hal kepemimpinan, kecuali dulu pernah ada pelajaran Kepemimpinan yang masuk nilai raport. Buat diterima menjadi komite saja, saya harus diinterview dulu. And I should admit that I screwed up my first interview. Padahal, interview itu untuk jadi volunteer sebuah Welfare Club. Ada teman saya yang sampai heran kenapa saya bisa tidak diterima. "Emangnya lu ngomong apa aja?" begitu katanya.. Yah, saya yah ngomong aja, berusaha untuk sedikit nge bullsh*t juga, tapi sepertinya tidak berhasil. Oke, jadi saya gagal di interview pertama. Sempat patah semangat juga sih waktu itu. Merasa tidak bisa apa-apa. Merasa tidak ada apa-apanya. Merasa bukan siapa-siapa. Interview kedua pun diterima. Yang kali ini sih tidak perlu dibanggakan, karena memang semuanya memang diloloskan interview. Wuih, saya semakin merasa rendah diri saja. Interview ketiga ternyata berhasil. Saya pun merasa bangga sekaligus bingung. Senang bisa diterima, tapi, lho kok bisa ya? Hahaha. Tak tahu lah.
Dari kedua club yang saya ikuti itu, saya belajar sedikit banyak hal. Saya harus berjualan tiket dari pintu ke pintu, dari orang ke orang, dan lain sebagainya. Saya memang bukanlah orang yang suka memaksa orang, jadi merasa terbebani juga bila harus membujuk orang-orang beli, padahal mereka belum tentu mau. Tapi anehnya, saya bisa menjalani tugas saya dengan baik juga, dan bila sudah dijalani, akhirnya dibawa enjoy. Lalalala. Saya masih ingat beberapa bulan lalu, ketika harus menjaga booth dan berjualan tiket, saya berhasil 'menjerat' dua manusia yang berbaik hati dalam beberapa menit awal. Ada yang merespon, "Mendingan lu masuk bisnis aja, deh" Hahaha. I took that as a compliment. Gapapa kan kalo pamer dikit di sini? =P Walaupun itu karena faktor hoki juga, pas ketemu orang-orang yang baik.. Kalau tidak ya.. Siap-siap sakit hati. Ditolak. Huh.
Pengalaman yang tidak terlupakan lainnya adalah saat saya memutuskan untuk ikut interview seleksi Student Helper buat Open House. I don't know why, but I really wanted the position, and I prayed a lot for it, and gratefully I got it. Sewaktu diterima, saya masih mengira bahwa ini full-volunteer. Ternyata, dibayar bow, $7/jam. Wuih, padahal saya dulu sempat consider untuk malas-malasan dan memilih lari dari tanggung jawab, ternyata ada rezeki jatoh =P Walaupun cuma jadi logistik yang kerjanya nge-pack goodie bag yang sampai 10ribu itu. Beribu-ribu peluh keringat pun menetes. Kurang tidur. Pegal-pegal, Tapi, saya belajar juga dari hal ini. Dari bagaimana main committee nya memimpin, memberikan solusi untuk setiap problem yang ada, memutuskan solusi terbaik untuk semua, dll. Semua itu butuh Strong Leadership, yang saya rasa saya belum cukup memilikinya. Makanya, untuk satu tahun ke depan, saya mau belajar dulu dengan masih setia menjadi sub committe saja. Kalau sudah satu tahun merasa 'mantap' dan berani mencoba, mungkin saya akan mempertimbangkan untuk nge-run main committee di tahun depannya. Tapi tidak untuk tahun ini, belum siap. Daripada jadinya hancur berantakan, mending saya belajar dulu.
Satu lagi yang saya syukuri adalah, diterimanya saya sebagai komite orientasi mahasiswa Indo yang akan masuk nantinya. Di sini, selain menambah teman, saya juga bisa berkreasi. Memberikan ide-ide yang tadinya hanya ada di kepala saya. Sekarang bisa saya utarakan, dan dibantu untuk direalisasikan. Ternyata tidak mudah. Ada ide, belum tentu jalan. Masih banyak hal-hal lain yang harus dipertimbangkan. Saya senang karena ide saya juga ditanggapi dengan baik, walaupun tak sedikit juga ide saya yang ditolak. Semoga untuk ke depannya, bisa sukses, dan doakan saya bisa meng-handle game di mana saya adalah person in-chargenya.. Amin.
Begitulah kisahnya ketika lecture notes tak bisa berkata-kata. Tadinya saya mau menulis post yang berjudul "Ketika Pisau Tak Lagi Diasah.." mengenai kevakuman saya menulis dan kemerosotan kemampuan berbahasa saya, tapi malah ngelantur sampai sini.
Satu hal yang terlihat jelas adalah masalah Kegiatan Ekstrakulikuler di mana di universitas saya bernaung, saya diwajibkan mengumpulkan poin agar bisa tinggal di asrama kampus untuk setahun ke depannya. Jadi, bagi mahasiswa internasional, ya, mau tidak mau, harus ikut salah satunya. Sebenarnya, bukan hanya karena kewajiban semata, saya dulunya juga mau berencana untuk ikut mencoba aktif dalam beberapa kegiatan dan menjadi pengurus di dalamnya. Apalagi mengingat pengalaman berorganisasi saya di SMA sangatlah minim, dan saya nyaris tidak punya pengalaman sama sekali dalam hal kepemimpinan, kecuali dulu pernah ada pelajaran Kepemimpinan yang masuk nilai raport. Buat diterima menjadi komite saja, saya harus diinterview dulu. And I should admit that I screwed up my first interview. Padahal, interview itu untuk jadi volunteer sebuah Welfare Club. Ada teman saya yang sampai heran kenapa saya bisa tidak diterima. "Emangnya lu ngomong apa aja?" begitu katanya.. Yah, saya yah ngomong aja, berusaha untuk sedikit nge bullsh*t juga, tapi sepertinya tidak berhasil. Oke, jadi saya gagal di interview pertama. Sempat patah semangat juga sih waktu itu. Merasa tidak bisa apa-apa. Merasa tidak ada apa-apanya. Merasa bukan siapa-siapa. Interview kedua pun diterima. Yang kali ini sih tidak perlu dibanggakan, karena memang semuanya memang diloloskan interview. Wuih, saya semakin merasa rendah diri saja. Interview ketiga ternyata berhasil. Saya pun merasa bangga sekaligus bingung. Senang bisa diterima, tapi, lho kok bisa ya? Hahaha. Tak tahu lah.
Dari kedua club yang saya ikuti itu, saya belajar sedikit banyak hal. Saya harus berjualan tiket dari pintu ke pintu, dari orang ke orang, dan lain sebagainya. Saya memang bukanlah orang yang suka memaksa orang, jadi merasa terbebani juga bila harus membujuk orang-orang beli, padahal mereka belum tentu mau. Tapi anehnya, saya bisa menjalani tugas saya dengan baik juga, dan bila sudah dijalani, akhirnya dibawa enjoy. Lalalala. Saya masih ingat beberapa bulan lalu, ketika harus menjaga booth dan berjualan tiket, saya berhasil 'menjerat' dua manusia yang berbaik hati dalam beberapa menit awal. Ada yang merespon, "Mendingan lu masuk bisnis aja, deh" Hahaha. I took that as a compliment. Gapapa kan kalo pamer dikit di sini? =P Walaupun itu karena faktor hoki juga, pas ketemu orang-orang yang baik.. Kalau tidak ya.. Siap-siap sakit hati. Ditolak. Huh.
Pengalaman yang tidak terlupakan lainnya adalah saat saya memutuskan untuk ikut interview seleksi Student Helper buat Open House. I don't know why, but I really wanted the position, and I prayed a lot for it, and gratefully I got it. Sewaktu diterima, saya masih mengira bahwa ini full-volunteer. Ternyata, dibayar bow, $7/jam. Wuih, padahal saya dulu sempat consider untuk malas-malasan dan memilih lari dari tanggung jawab, ternyata ada rezeki jatoh =P Walaupun cuma jadi logistik yang kerjanya nge-pack goodie bag yang sampai 10ribu itu. Beribu-ribu peluh keringat pun menetes. Kurang tidur. Pegal-pegal, Tapi, saya belajar juga dari hal ini. Dari bagaimana main committee nya memimpin, memberikan solusi untuk setiap problem yang ada, memutuskan solusi terbaik untuk semua, dll. Semua itu butuh Strong Leadership, yang saya rasa saya belum cukup memilikinya. Makanya, untuk satu tahun ke depan, saya mau belajar dulu dengan masih setia menjadi sub committe saja. Kalau sudah satu tahun merasa 'mantap' dan berani mencoba, mungkin saya akan mempertimbangkan untuk nge-run main committee di tahun depannya. Tapi tidak untuk tahun ini, belum siap. Daripada jadinya hancur berantakan, mending saya belajar dulu.
Satu lagi yang saya syukuri adalah, diterimanya saya sebagai komite orientasi mahasiswa Indo yang akan masuk nantinya. Di sini, selain menambah teman, saya juga bisa berkreasi. Memberikan ide-ide yang tadinya hanya ada di kepala saya. Sekarang bisa saya utarakan, dan dibantu untuk direalisasikan. Ternyata tidak mudah. Ada ide, belum tentu jalan. Masih banyak hal-hal lain yang harus dipertimbangkan. Saya senang karena ide saya juga ditanggapi dengan baik, walaupun tak sedikit juga ide saya yang ditolak. Semoga untuk ke depannya, bisa sukses, dan doakan saya bisa meng-handle game di mana saya adalah person in-chargenya.. Amin.
Begitulah kisahnya ketika lecture notes tak bisa berkata-kata. Tadinya saya mau menulis post yang berjudul "Ketika Pisau Tak Lagi Diasah.." mengenai kevakuman saya menulis dan kemerosotan kemampuan berbahasa saya, tapi malah ngelantur sampai sini.
Friday, May 8, 2009
Kisah yang Baru
Tatkala sebuah kisah berakhir
Adalah selang waktu
Hingga terciptalah yang baru
Tapi kapankah itu?
Drama yang penuh tawa dan tangis
Kapan akan dipentaskan kembali?
Ketika senyum dan luka bertemu kembali
Sudah siapkah Si Pemeran Utama?
Memainkan perannya kembali
Dengan cerita dan lawan main yang berbeda
Monday, May 4, 2009
Dear Roomie
Dear Roomie,
Gw lagi butuh diskusi nih sekarang. Tapi lu lagi ga ada di kamar. Masa gw ngoceh sendiri sih?
Gw butuh diskusi nih beneran. Mungkin masalah ini sudah sering banget kita omongin dan kita alamin, tapi gw tetep butuh diskusi yang lebih.
Aaaaaaa...
I need someone...!!!!!!
Yang bisa ditumpahkan segala jenis topik pembicaraan dari A-Z.
Roomieeeeee!!!!!!!
P.S. : masalah sepele doank sih sbnrnya. lupakan saja.
Semoga hari esok lebih indah~
Gw lagi butuh diskusi nih sekarang. Tapi lu lagi ga ada di kamar. Masa gw ngoceh sendiri sih?
Gw butuh diskusi nih beneran. Mungkin masalah ini sudah sering banget kita omongin dan kita alamin, tapi gw tetep butuh diskusi yang lebih.
Aaaaaaa...
I need someone...!!!!!!
Yang bisa ditumpahkan segala jenis topik pembicaraan dari A-Z.
Roomieeeeee!!!!!!!
P.S. : masalah sepele doank sih sbnrnya. lupakan saja.
Semoga hari esok lebih indah~
Thursday, April 30, 2009
Time of My Life
Wow, I just found a very good song, by David Cook.. =P
I've been waiting for my dreams
To turn into something
I could believe in
And looking for that
Magic rainbow
On the horizon
I couldn't see it
Until I let go
Gave into love and watched all the bitterness burn
Now I'm coming aliveBody and soul
And feelin' my world start to turn
And I'll taste every moment
And live it out loud
I know this is the time,
This is the time
To be more than a name
Or a face in the crowd
I know this is the time
This is the time of my life
Time of my life
Holding onto things that vanished
Into the air
Left me in pieces
But now I'm rising from the ashes
Finding my wings
And all that I needed
Was there all along
Within my reach
As close as the beat of my heart
So I'll taste every moment
And live it out loud
I know this is the time,
This is the time to be
More than a name
Or a face in the crowd
I know this is the time
This is the time of my life
Time of my life
And I'm out on the edge of forever
Ready to run
I'm keeping my feet on the ground
My arms open wide
My face to the sun
I'll taste every moment
And live it out loud
I know this is the time,
This is the time to be
More than a name
Or a face in the crowd
I know this is the time
This is the time of my life
Time of my life
More than a name
Or a face in the crowd
I know
This is the time
This is the time of my life
This is the time of my life
I've been waiting for my dreams
To turn into something
I could believe in
And looking for that
Magic rainbow
On the horizon
I couldn't see it
Until I let go
Gave into love and watched all the bitterness burn
Now I'm coming aliveBody and soul
And feelin' my world start to turn
And I'll taste every moment
And live it out loud
I know this is the time,
This is the time
To be more than a name
Or a face in the crowd
I know this is the time
This is the time of my life
Time of my life
Holding onto things that vanished
Into the air
Left me in pieces
But now I'm rising from the ashes
Finding my wings
And all that I needed
Was there all along
Within my reach
As close as the beat of my heart
So I'll taste every moment
And live it out loud
I know this is the time,
This is the time to be
More than a name
Or a face in the crowd
I know this is the time
This is the time of my life
Time of my life
And I'm out on the edge of forever
Ready to run
I'm keeping my feet on the ground
My arms open wide
My face to the sun
I'll taste every moment
And live it out loud
I know this is the time,
This is the time to be
More than a name
Or a face in the crowd
I know this is the time
This is the time of my life
Time of my life
More than a name
Or a face in the crowd
I know
This is the time
This is the time of my life
This is the time of my life
Me, In Melancholy..
RandomLy searched in Youtube to fulfill my melancholic mood =P
http://www.youtube.com/watch?v=skW73hM9lf0
http://www.youtube.com/watch?v=IP0nzc4v-88&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=deiCf05XpNM&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=g-Yhn13oqdc
http://www.youtube.com/watch?v=tsbkk4SZAqA&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=oBmQW4zD9TU&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=skW73hM9lf0
http://www.youtube.com/watch?v=IP0nzc4v-88&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=deiCf05XpNM&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=g-Yhn13oqdc
http://www.youtube.com/watch?v=tsbkk4SZAqA&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=oBmQW4zD9TU&feature=related
Hilang..
Ada yang hilang dari kamar ini..
Ya, terkadang serasa hampa..
Kosong..
Bukan hanya kelihatannya saja..
Tapi juga bisa kurasakan..
dan,
Tinggal menunggu 5 hari lagi..
Ruangan ini akan kosong total..
Yang pernah diisi dengan canda tawa..
Kegilaan di malam hari yang merajarela..
Tak disangka begitu dalamnya..
Membekas..
Hingga kekosongan itu terasa..
Harapanku adalah..
Semoga di beberapa bulan mendatang..
Ruangan ini akan hidup lagi..
Menyimpan kenangan yang tak terlupakan..
Friday, April 24, 2009
I Love Adventure!
Hari ini saya seorang diri 'bertualang' ke sana dan kemari. Lihat sana, lihat sini. Window shopping sana, window shopping sini. Yuhuuu what a fabulous day! =P
Diawali dari pukul 3 sore waktu setempat, saya menuju bus stop dan menunggu bus 199. Setengah jam kemudian, sampailah saya di Boon Lay interchange. Saya bergegas menuju top-up machine untuk top-up EZ Link Card sebanyak $10. Setelah itu saya lekas menaiki MRT menuju Commonwealth.
Selama perjalanan di MRT bisa dibilang saya hanya bengang-bengong, ga mikir sana-sini. Ga lihat sana-sini. Hampir saja lupa mau turun. Brr.. Lalu saya menunggu bus 195 dan beberapa menit kemudian, sampailah saya di Ikea. Yah, di sini bergege-gege sebentar kurang lebih selama satu jam. Setelah cacing-cacing di perut meminta makan, apadaya saya bergegas menuju lantai atas dan menyuapi mereka.
Lanjut lagi saya naik bus 33 dan menuju Chinatown. Di sini lebih geje lagi. Window shopping sana-sini. Ga tau deh uda berapa lama. Tapi lumayanlah ada hasilnya. Satu tas seharga $15.90. Lagi ada obral, hohoho.
Walaupun sudah puas memanjakan mata dan kebutuhan hedonis, tetapi langit masih terang dan kaki belum lemas. Jadi saya memutuskan untuk naik bus 63 dan menuju Tiong Bahru Plaza. Apa yang saya lakukan di sini? Window shopping lagi, belanja jendela lagi.. hahaha.
Nyammy, puas sekali rasanya hari ini. Kebutuhan jasmani sangat terpenuhi hahaha.
Besok jadi ga ya naik 174 ke Orchard? Hmm..
Diawali dari pukul 3 sore waktu setempat, saya menuju bus stop dan menunggu bus 199. Setengah jam kemudian, sampailah saya di Boon Lay interchange. Saya bergegas menuju top-up machine untuk top-up EZ Link Card sebanyak $10. Setelah itu saya lekas menaiki MRT menuju Commonwealth.
Selama perjalanan di MRT bisa dibilang saya hanya bengang-bengong, ga mikir sana-sini. Ga lihat sana-sini. Hampir saja lupa mau turun. Brr.. Lalu saya menunggu bus 195 dan beberapa menit kemudian, sampailah saya di Ikea. Yah, di sini bergege-gege sebentar kurang lebih selama satu jam. Setelah cacing-cacing di perut meminta makan, apadaya saya bergegas menuju lantai atas dan menyuapi mereka.
Lanjut lagi saya naik bus 33 dan menuju Chinatown. Di sini lebih geje lagi. Window shopping sana-sini. Ga tau deh uda berapa lama. Tapi lumayanlah ada hasilnya. Satu tas seharga $15.90. Lagi ada obral, hohoho.
Walaupun sudah puas memanjakan mata dan kebutuhan hedonis, tetapi langit masih terang dan kaki belum lemas. Jadi saya memutuskan untuk naik bus 63 dan menuju Tiong Bahru Plaza. Apa yang saya lakukan di sini? Window shopping lagi, belanja jendela lagi.. hahaha.
Nyammy, puas sekali rasanya hari ini. Kebutuhan jasmani sangat terpenuhi hahaha.
Besok jadi ga ya naik 174 ke Orchard? Hmm..
Am I in My Paradise Yet?
The answer is nooooo before I step on my dearest country land, Indonesia...:P
I am still supposed to think how I'm going to store my stuffs during the vacation period, where I'll be a staying during the end of July, and so on and so on. And I'm feeling very guilty because of not going home early after the end of my exams :(, because I have to settle another stuffs here first, and it's quite a 'commitment'. I always feel guilty when I'm talking about this to my parents, hikss..>,<
My exams were going like 'lalala lilili'..Well, forget it. Que Sera Sera~
I feel like going to Ikea and Chinatown today, but gotta go at 3pm. If I go now then the bus would possibly be crowded as exams are still going to start soon..somewhere...outhere..and i dun care...hahaha
Hmm what am I gonna do to kill my time?
Let's see..
Tomorrow I'm planning to go to orchard by 174 bus. I know it takes time longer than MRT, but hey its me. Nothing's more beautiful than sitting on a car (err okay a bus..) and looking at the scenery outside.. What a perfect way to relax! =P
On Sunday maybe I'll just go to Cathedral then kill time browsing at the National Library, Bras Basah, and its friends..
Lalala~ so boring.
I am still supposed to think how I'm going to store my stuffs during the vacation period, where I'll be a staying during the end of July, and so on and so on. And I'm feeling very guilty because of not going home early after the end of my exams :(, because I have to settle another stuffs here first, and it's quite a 'commitment'. I always feel guilty when I'm talking about this to my parents, hikss..>,<
My exams were going like 'lalala lilili'..Well, forget it. Que Sera Sera~
I feel like going to Ikea and Chinatown today, but gotta go at 3pm. If I go now then the bus would possibly be crowded as exams are still going to start soon..somewhere...outhere..and i dun care...hahaha
Hmm what am I gonna do to kill my time?
Let's see..
Tomorrow I'm planning to go to orchard by 174 bus. I know it takes time longer than MRT, but hey its me. Nothing's more beautiful than sitting on a car (err okay a bus..) and looking at the scenery outside.. What a perfect way to relax! =P
On Sunday maybe I'll just go to Cathedral then kill time browsing at the National Library, Bras Basah, and its friends..
Lalala~ so boring.
Tuesday, April 21, 2009
What I Need is More Than Life Science..
Once I live
My heart pumps
I breathe the air
My blood flows, carries oxygen to my whole body
So I can taste what life tastes like
They say my genes are inherited from my mom and dad
Paternal and maternal, or so-what-they-call-it
They say my cells divide in every 20 hours
In fact, 20 hours of their lifetime gives me life for almost 20 years
And also for the next twenty years
Next twenty and next twenty, and next, next, next..
Until
It stops
Pumping
I'll never know when the time is
That's why
I need more than Life Science
Life Science doesn't teach you how to smile
Life Science doesn't teach you how to laugh
Life Science doesn't teach you how to distinguish smiles and laughter
Life Science doesn't teach you how to cry
Life Science may teach you how the tears come from
But still,
Life Science doesn't teach you how to distinguish the tears of happiness and sadness
Life Science doesn't teach you how to love
Life Science doesn't teach you how to cherish
Life Science doesn't teach you how to care
Life Science doesn't teach you how to share
But,
Through Life you can learn them all
Live your life
and feel it
feel the pain and happiness
What I Need is More Than Life Science...
My heart pumps
I breathe the air
My blood flows, carries oxygen to my whole body
So I can taste what life tastes like
They say my genes are inherited from my mom and dad
Paternal and maternal, or so-what-they-call-it
They say my cells divide in every 20 hours
In fact, 20 hours of their lifetime gives me life for almost 20 years
And also for the next twenty years
Next twenty and next twenty, and next, next, next..
Until
It stops
Pumping
I'll never know when the time is
That's why
I need more than Life Science
Life Science doesn't teach you how to smile
Life Science doesn't teach you how to laugh
Life Science doesn't teach you how to distinguish smiles and laughter
Life Science doesn't teach you how to cry
Life Science may teach you how the tears come from
But still,
Life Science doesn't teach you how to distinguish the tears of happiness and sadness
Life Science doesn't teach you how to love
Life Science doesn't teach you how to cherish
Life Science doesn't teach you how to care
Life Science doesn't teach you how to share
But,
Through Life you can learn them all
Live your life
and feel it
feel the pain and happiness
What I Need is More Than Life Science...
Subscribe to:
Posts (Atom)